
Pra-Pasar AS - Jumat, 6 Februari 2026
Tren Umum
Kontrak berjangka indeks AS bangkit kembali pada Jumat pagi ini, setelah koreksi di Wall Street kemarin, di tengah hasil beragam dari beberapa perusahaan, termasuk Amazon. Imbal hasil obligasi terus meningkat.
Nasdaq 100: +0,57 %
S&P 500: +0,60 %
Dow Jones: +0,75 %
Pergerakan Saham Kunci
Amazon (AMZN): -8 % di pra-pasar
Raksasa e-commerce ini melaporkan hasil kuartal keempat (periode penting musim liburan) yang mengecewakan pasar, memicu penurunan tajam saham sebelum pembukaan.
Gen Digital (GEN): +11 %
Perusahaan ini menaikkan proyeksi pendapatan dan EPS untuk 2026, didorong oleh AI serta performa MoneyLion.
Hims & Hers Health (HIMS): -8 %
Saham anjlok setelah pernyataan dari komisaris FDA, Marty Makary, yang berjanji akan mengambil tindakan terhadap perusahaan yang menjual versi tidak resmi dari pengobatan, khususnya semaglutide dari Novo Nordisk (NV), yang dijual HIMS dengan harga murah.
Molina Healthcare: -33 %
Kekecewaan besar atas prospek tahun 2026 yang jauh di bawah ekspektasi pasar.
Centene (CNC): -5 %
Hasil kuartal IV lebih baik dari perkiraan dan panduan tahun 2026 juga lebih baik dalam hal EPS (> $3,00 vs $2,88 yang diharapkan), namun ada kekecewaan pada proyeksi pendapatan.
Mawson Infrastructure Group (MIGI): -12 %
Proyeksi jauh di bawah harapan: pendapatan Q4 turun 79% menjadi $3,2Juta, dan diperkirakan rugi bersih $15,8Juta.
Doximity (DOCS): -35 %
Meskipun hasil kuartal III tahun fiskal 2026 di atas ekspektasi, proyeksi Q4 dan keseluruhan tahun berada di bawah konsensus.
Carlyle Group (CG): +3 %
Laba per saham (yang dapat dibagikan) $1,01 di Q4, melampaui konsensus ($0,99), didukung oleh tahun rekor dalam pendapatan berbasis komisi.
Fokus: Amazon (AMZN) Tertekan, Namun Analis Masih Optimis
Raksasa e-commerce ini turun hingga 8% di pra-pasar menyusul publikasi hasil Q4 yang dibarengi lonjakan besar belanja modal (capex). Reaksi pasar cukup keras, namun Wall Street tetap percaya pada potensi jangka menengah/panjang saham ini.
Bank of America mempertahankan rekomendasi Buy, meski menurunkan target harga ke $275. Analis Justin Post memandang pengembalian capex akan menjadi kunci utama valuasi, terutama berkat momentum AI.
Morgan Stanley tetap dengan rating Overweight dan target $300, memuji akselerasi AWS dan efisiensi segmen ritel. Brian Nowak melihat Amazon sebagai pemenang tersembunyi dalam persaingan AI.
RBC Capital tetap Outperform, dengan target tak berubah di $300, meski memperkirakan EBIT/EPS sedikit turun akibat biaya proyek satelit Leo. Analis Brad Erickson menilai Amazon sebagai "mega-cap paling diremehkan di sektor ini".
Wedbush juga tetap Outperform, tetapi menyesuaikan target ke $300, mencatat panduan yang hati-hati namun mungkin konservatif. Dan Ives memperkirakan peningkatan margin struktural berkat AWS, iklan, dan efisiensi logistik.
Seeking Alpha menyoroti perbedaan pendapat para analisnya: rekomendasi berkisar dari Buy sampai Sell.
Pukul 06.47 (waktu New York), AMZN memangkas kerugiannya menjadi -7,3 %.
Tingkat Imbal Hasil Obligasi AS
Imbal hasil kembali naik:
- 10 tahun: 4,20 % (+2 bps)
- 30 tahun: 4,86 % (+1,4 bps)
- 2 tahun: 3,49 % (+2,6 bps)
Kesimpulan
Pasar mencoba bangkit setelah sesi yang bergejolak.
Hasil kuartalan mendominasi pergerakan prapembukaan.
Ketegangan yang terus-menerus pada imbal hasil obligasi menandakan pasar sangat memperhatikan ekspektasi makroekonomi.
#Keuangan #Bursa #Premarket #NASDAQ #SP500 #WallStreet

